Luwuk– Pemerintah Daerah terus berupaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) di Kabupaten Banggai. Komitmen itu disampaikan Bupati Banggai H Herwin Yatim di hari jadi ke-67 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Banggai yang digelar di ballroom Swiss-Belinn Luwuk, Sabtu (21/7/2018).

Dihadiri oleh segenap pengurus ranting hingga daerah, Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Dr. Anang S. Otoluwa, serta jajaran Forkopimda, hari jadi IBI dirangkaikan dengan seminar dan rapat kerja IBI yang mengusung tema: bidan garda terdepan mengawal kesehatan maternal neonatal melalui germas dan pelayanan berkualitas.

Dalam kesempatan itu, Bupati Herwin Yatim berdialog dan mendengar langsung pengalaman para bidan selama bertugas di tempat mereka mengabdi. Tak hanya di puskesmas atau polindes yang AKI-AKB-nya tergolong aman, dari cerita mereka, bupati menangkap permasalahan yang selama ini masih menjadi kendala di lapangan. Salah satunya, minimnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya prakonsepsi dan kesehatan ibu dan bayi.

Bupati telah mengarahkan para camat dan kepala desa agar aktif membangun komunikasi dengan unit pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing. Para bidan yang menghadapi kendala diminta mengomunikasikan permasalahannya dengan perangkat desa atau kecamatan. “Kematian ibu dan bayi di kecamatan menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan di wilayah tersebut,” tegas Bupati Banggai.

Selain menekan angka AKI-AKB, Ketua PC IBI Cabang Banggai Rampia Laamiri, dalam sambutannya, mengingatkan komitmen bidan agar bersinergi dalam menyukseskan program pemerintah baik pusat maupun daerah. Program yang dimaksud menyasar mulai dari remaja, yakni pengetahuan mengenai prakonsepsi dan kesehatan reproduksi, ibu hamil, bayi dan balita, khususnya masalah stunting (anak kerdil).

Maret lalu, Bupati Banggai diundang dalam Stunting Summit 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Kabupaten Banggai merupakan daerah percontohon atas komitmen pemerintah daerahnya untuk mengatasi masalah stunting.

Persebaran bidan yang belum merata adalah masalah lain yang harus dibenahi IBI. IBI Cabang Banggai tercatat memiliki 551 anggota yang tersebar di sejumlah tempat pelayanan kesehatan baik rumah sakit, puskesmas, maupun unit pelayanan kesehatan di pedesaan yang ada di Kabupaten Banggai. Dari data yang disampaikan oleh Ketua PC IBI Cabang Banggai, sebanyak 87 bidan bekerja di rumah sakit, dan 456 bekerja di puskesmas desa dan seluruh jaringan yang ada di wilayah kecamatan.  Saat ini, setengah dari total anggotanya masih berstatus sebagai pegawai harian lepas.

IBI Cabang Banggai memiliki sembilan ranting yang terdiri dari ranting Toili, Batui, Kintom-Nambo, Bunta, Pagimana, Bualemo, Balantak, Lamala-Mantoh, dan Masama-Luwuk Timur.

Liputan: Diskominfo Kab Banggai