Catatan Perjalanan ke Argentina (Bagian 6)

 

Oleh: Bupati Banggai – Ir. H. Herwin Yatim, MM

 

JAUH hari sebelum berangkat ke Argentina, orang-orang yang tahu rencana keberangkatan saya suka berpesan begini: “Pak, jangan lupa oleh-oleh, biar cuma kaosnya Messi”. Pesan ini saya dengar berulang-ulang, sehingga saya niatkan, bila tiba di Argentina, saya akan cari sampai dapat kaos Messi ini.

Argentina memang terkenal dengan sepakbolanya. Ini tak lain karena prestasi yang mereka raih, lima kali finalis dan dua kali menjadi juara dunia. Yang lebih membuat mereka terkenal lagi karena mereka mempunyai legenda hidup; Diego Armando Maradona. Tak heran bila di sini ada tour khusus yang ditawarkan untuk wisatawan penggemar bola. Bahkan karena saking terkenalnya Maradona, maka dia punya tour tersendiri. Kalau Anda ikut tour ini, maka Anda akan dibawa antara lain ke museum klub terkenal; Argentino Juniors dan Boca Juniors, dimana Maradona dibesarkan sampai dia menjadi legenda.

Saya tidak sempat ikut tour khusus bola atau tour Maradona. Tapi kemarin, setelah kami dari kantor kedutaan RI, saya sempatkan untuk jalan-jalan meninjau salah satu stadion milik klub ternama Boca Juniors. Klub ini sangat terkenal karena banyak kali menjuarai Liga Argentina. Saat saya datang, memang stadion ini seperti tak pernah sepi pengunjung. Wisatawan yang datang sepertinya bukan semata-mata penggemar bola, tetapi juga anggota keluarga lain seperti ibu-ibu dan anak-anak.

Saya langsung ke toko merchandise untuk mencari kaus putih biru milik kesebelasan nasional. Kepada penjaganya saya langsung minta ditunjukkan dimana kaos nomor 10. Pembaca yang hobi bola pasti sudah tahu kalau ini nomor pemain terbaik dunia saat ini, Lionel Messi. Setelah saya lihat-lihat labelnya, ternyata harganya cukup mahal. Untuk kualitas terbaik, satu kaos dibanderal seharga 1.250 Peso, yang kalau dirupiahkan kurang lebih satu juta. Tapi ada juga KW 1 yang masih lumayan bagus kualitasnya dijual dengan harga 300 Peso atau 250 ribuan. Supaya ada kenangannya, maka saya lalu membeli satu jersey milik Messi itu.

Souvenir dan pernak-pernik milik klub maupun tim nasional Argentina tersebar sangat banyak disepanjang stadion yang kira-kira mencapai 2-3 kilometer itu. Sekeliling gedung terlihat dipenuhi toko-toko souvenir kesebelasan nasional dan klub-klub yang di Argentina. Namun, selain itu, kita juga bisa menjumpai dengan mudah pernak-pernik milik klub Barcelona. Ini tak heran karena Argentina dan Barcelona selain punya catatan sejarah kolonialisme, juga karena mereka memiliki Messi. Messi yang sering dijuluki pemain asal planet lain itu, sangat berperan dalam tim nasional Argentina. Kemarin, ketika Argentina hampir tersingkir dari putaran final Piala Dunia 2018, dialah yang menyelamatkan Argentina saat mengalah Ekuador 3-1. Messi pulalah yang telah mempersembahkan beragam piala untuk klub Barcelona.

Melihat-lihat stadion ini, mengingatkan saya kepada stadion Sudarto yang kini sedang dibangun atau Gelora Luwuk. Saya malu-malu kalau membandingkannya. Tapi, mudah-mudahan kunjungan saya ini ada manfaatnya. Paling tidak bisa memberikan referensi ketika hendak membangun stadion sepak bola yang  membanggakan. Dan yang paling penting adalah tumbuhnya semangat pada diri saya untuk membina olah raga di daerah kita, terutama sepak bola.(***)