BanggaiKab.go.id, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai, menyikapi hal tentang bencana Gempa dan Tsunami yang terjadi kemarin (28/09) di Kota Palu, Sulawesi Tengah, akan menjadi satu langkah yang pasti bagi BPBD untuk persiapan tanggap bencana dalam membentuk TRC (Team Reaksi Cepat).

Tujuan pembentukan TRC BNPB Kabupaten Banggai mempunyai peran dan tugas sebagai pengkajian secara cepat dan tepat di lokasi bencana dalam waktu tertentu, dalam rangka mengidentifikasi cakupan lokasi bencana, jumlah korban, kerusakan prasarana dan sarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum dan pemerintahan, serta kemampuan sumber daya alam maupun buatan dan saran yang tepat dalam upaya penanganan bencana, dengan tugas tambahan membantu SATKORLAK PB/BPBD Provinsi/ SATLAK PB/BPBD Kabupaten/Kota untuk mengkoordinasikan sektor yang terkait dalam penanganan darurat bencana.

“ Dalam waktu dekat ini, sesuai dengan arahan dari Bupati Banggai, tim TRC akan segera di SK kan dan segera dibentuk,” pungkas Sekretaris BNPB Kabupaten Banggai Muksir Maita, saat ditemui oleh media BanggaiKab.go.id dikantornya. Jl. Urip sumaharjo, kecamatan luwuk. Senin (15/10/2018) kemarin.

Sekretaris BPBD Kabupaten Banggai Muksir Maita, saat menjelaskan tentang dampak dan bahaya bencana alam. [ Foto. istimewa]*

Selain itu, kesiap siagaan dari TRC menurutnya, merupakan acuan dari Undang-Undang No.24 tahun 2007 yang dalam ketentuan umumnya adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam yakni; gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan dan tanah longsor.

Gempa di palu adalah pengalaman kita dalam kesiap siagaan bencana, namun, mesti kita perlu waspada dan hati- hati, tegasnya.

Dibalik giatnya menyampaikan informasi, muksir mengatakan bahwa setelah terjadi pasca bencana di kota Palu, kami sudah menerima surat himbauan dari Kemendagri dalam bentuk formulir tanggap bencana. kami bersama tim langsung menuju ke lokasi, guna untuk membantu pengungsian dan evakuasi warga palu dan warga Kabupaten Banggai. Dan secara langsung ditempatkan dimess Pemda Kabupaten Banggai sebagai posko.

Langkah dari BPBD diketahui tak hanya membentuk TRC, tetapi akan mengadakan penyuluhan sosialisasi desa tangguh bencana (Destana) di tiap- tiap desa yang bermukim di Kabupaten Banggai.

Muksir menjelaskan, Kegiatan program desa tangguh bencana merupakan sebuah agenda besar pemerintah baik pusat maupun daerah, khususnya Kabupaten Banggai dalam menyiapkan segala sarana dan prasarana untuk mengantisipasi dampak sebelum/sesudah terjadi bencana alam seperti akibat dari tanah longsor atau banjir. Hal tersebut umumnya terjadi di desa-desa yang masuk peta rawan terhadap bencana alam, dengan tujuan untuk mengurangi dampak dari bencana yang akan terjadi.

 

 

Liputan : Diskominfo