BanggaiKab.go.id, Balantak,- Guna untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, Bupati Banggai Ir, H. Herwin Yatim telah memerintahkan kepada sejumlah tenaga kesehatan, penyuluh kesehatan dan bidan agar jangan pernah lengah dalam melayani masyarakat dan membantu meringankan beban.

Bupati Banggai meminta agar tenaga kesehatan dapat mendata disetiap kepala Keluarga (KK) untuk dapat dilayani dengan baik.

“Setiap data yang kami peroleh dari Dinas yang terkait, kami telah berkomitmen 100 persen pada masyarakat untuk kedepannya memberikan pelayanan kesehatan gratis di seluruh Desa ataupun di setiap Kecamatan,” Ucap Bupati Banggai, Sabtu, (23/03/2019) kemarin, dalam kegiatan Jambore Program Indonesia Sehat Untuk Pendekatan Keluarga (PIS.PK) dan bertemakan kita wujudkan masyarakat Kabupaten Banggai yang sehat, Inovatif dan berdaya saing, yang saat itu dihadiri oleh petugas kesehatan, bidan desa dan kader kesehatan di Gedung Serba Guna Kecamatan Balantak.

Pencapaian kami sebagai Pemerintah Kabupaten Banggai Kata Bupati Banggai dalam upaya memberikan pengobatan secara cuma-cuma itu sudah pernah disepakati dalam pertemuan dengan pihak BPJS.

“Pertemuan kemarin yakni untuk menyepakati UHC (Universal Health Coverage), UHC adalah konsep reformasi pelayanan kesehatan yang mencakup beberapa aspek antara lain 1). Aksesibilitas dan equitas pelayanan kesehatan, 2). Pelayanan kesehatan yang berkualitas dan komprehensif yang meliputi pelayanan preventif, promotif, curatif sampai rehabilitatif dan 3). Mengurangi keterbatasan finansial dalam mendapatkan pelayanan kesehatan bagi setiap penduduk. Bantuan kesehatan JKN-KIS tersebut itu tidak tangung-tangung kami memberikannya, Pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Banggai mengingatkan bukan hanya memberikan pelayanan kesehatan yang gratis. para petugas kesehatan harus mengenal apa itu SPM (Standart Pelayanan Maksimal). Harus turun langsung dan ajak masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan juga kebersihan terutama untuk BAB (Buang Air Besar) harus dijamban jangan di sungai karena akan mencemari, Tambahnya.

Dr. Anang Otoluwa mengatakan, dalam kegiatan jambore ini merupakan kesempatan untuk zona dua, kami ingin menyampaikan untuk dapat diketahui program PIS.PK adalah program nasional dan kedepannya untuk sektor pembangunan kesehatan tidak lagi fokus kepada pengobatan melainkan yang preventif dan promotif.

“ Progam ini nantinya sebagai inovasi bagi Daerah Kabupaten Banggai yakni 1 PK 100 KK, jadi setiap Pembina Keluarga bertanggung jawab kepada 100 Kepala Keluarga. Kebetulan yang hadir dalam pelaksanaan kegiatan ini  PK nya berjumlah kurang lebih 241 dan lainnya adalah Kader Kesehatan yang nanti ikut membantu dalam program inovasi tersebut,” Tutupnya

 

 

 

 

(Tim Liputan Diskominfo)