BanggaiKab.go.id, Pagimana- Usai meresmikan sekolah di Jaya Bakti, Bupati Banggai Ir. H. Herwin Yatim menyempatkan berkunjung ke masyarakat Desa rawan pangan yakni Desa Dongkalan, Kecamatan Pagimana. Bantuan tersebut diserahkannya langsung melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banggai dan diberikan kepada tiga Desa sekaligus; Desa Bulu, Dongkalan dan Ampera, Senin (12/08/2019) Kemarin.

Desa yang berjarak kurang lebih dua belas kilo dari Kecamatan Pagimana itu ditempuh Bupati Banggai sebagai bentuk kecintaan kepada rakyatnya dan memastikan tingkat kesejahteraan desa.

Bupati Banggai Mengatakan,  ini sudah berapa kali kita Pemerintah Kabupaten Banggai mengunjungi beberapa desa di pelosok yang berada dikecamatan pagimana. Bahkan, kita punya rencana mengunjungi desa yang katanya bisa dua hari dua malam baru bisa sampai ke desa itu.

“ Untuk saat ini tak boleh lagi Pemerintah cuma hanya tau duduk dan cuma bisa ketemu dimeja kantor, Bupati harus bisa bersama dengan rakyat dan memberikan contoh yang baik,”tuturnya

Bupati Banggai menambahkan, Alhamdulillah jalan sedikit demi sedikit akan diperbaiki dengan pengaspalan , agar akses masyarakat lebih mudah menuju kota.

“Kedepan kalo kita sama-sama mempunyai tekad untuk maju, insyaAllah tidak ada lagi desa yang rawan pangan, karna semakin kurang yang miskin dan desanya maju berkembang. Maka pengaspalan jalan itu sisa didepan mata,”ucapnya.

Hadir bersama dalam kegiatan, Wakil Bupati Banggai, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Kabag Kesra, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Unsur Pemerintah Desa Dongkalan, masyrakat Desa Bulu dan Ampera.

Sementara itu, tak lupa juga saya (Bupati Banggai) mengingatkan kepada masyarakat, selalu memanfaatkan lahan yang ada. Selain Pinasa kita juga ada Pinakin (Pia Na Kintal Suani) yakni punya lahan tolong Tanami agar bisa bermanfaat kedepan dan kalo ditanami dengan baik pasti hasilnya produktif.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banggai Rudi Bulah pun menyampaikan, berdasarkan Kajian analisis peta ketahanan pangan atau Food Security And Vulnerability Atlas Of Indonesia (FSVAI) tahun 2018, terdapat Sembilan desa yang dinyatakan rentan rawan pangan yang tersebar di lima Kecamatan.

“Setelah didapati kajian analisis tersebut, Bupati Banggai langsung memerintahkan kepada kami Dinas Ketahanan Pangan untuk melakukan intervensi berbagai program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, yang dimana sasarannya adalah rumah tangga miskin atau RTM di daerah rawan pangan dan ibu hamil, ibu menyusui dan balita diwilayah prefarensi Stunting, tutupnya.