BanggaiKab.go.id – Bupati Banggai, Ir. H. Herwin Yatim, MM mengingatkan kepala desa dan ketua LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa) untuk tidak sembarang mengunakan ADD (Alokasi Dana Desa).

Peringatan itu disampaikan Bupati Banggai, Ir. H. Herwin Yatim, MM saat membuka kegiatan pelatihan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pembangunan desa dan peran aparatur pemerintahan desa dalam pengelolaan pembangunan desa yang diselenggarakan oleh Kementrian Desa Republik Indonesia dengan perusahaan pro seven dan DS LNG serta Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Banggai, Selasa (07/11/2017).

Menurut Herwin, pemerintah desa harus paham dengan visi dan misi pemerintah daerah kabupaten Banggai, khususnya dalam pembangunan di desa. Program kegiatan pemerintah desa harus sejalan dengan program kegiatan pemerintah daerah kabupaten dan seterusnya. Bupati mencontohkan program tenun batik Nambo, yang kini tembus ke mancanegara.

Bagi bupati Herwin Yatim, kepala desa dan ketua LPMD harus memahami hal tersebut. Dimana pemerintah daerah kabupaten Banggai telah berusaha untuk memperkenalkan hasil karya anak daerah Babasal ke tingkat nasional hingga ke tingkat internasional.

“Tanggal 20 November nanti, kita diminta oleh pemerintah negara Pakistan untuk memperkenalkan tenunan batik Nambo di sana,” tuturnya.

Inilah salah satu contoh yang dimaksudkan bupati Banggai, dimana kepala desa dan LPMD yang ada di kecamatan Nambo harus bisa memprogramkan kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya mereka yang ingin menjadi pengrajin tenunan batik Nambo. Sebab kata bupati, saat ini para pengrajin tenunan batik Nambo kewalahan menerima pesanan dari berbagai kalangan. Sehingga lagi-lagi dia berpesan dan mengingatkan kepada seluruh peserta pelatihan agar tidak sembarang mengunakan anggaran ADD untuk kepentingan pribadi maupun golongan, karena jika itu dilakukan maka secara tidak langsung akan berhadapan dengan aparat berwajib.

“Saya ingatkan kepada kepala desa dan ketua LPMD harus paham dengan visi dan misi pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam pembangunan. Jika bapak ibu mau bertindak sendiri dan tidak mau berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam pengunaan anggaraan ADD, maka jangan salahkan pemerintah daerah. Sebab hal itu sudah kami ingatkan sebelumnya,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Banggai, Ir. H. Herwin Yatim, MM, mengapresiasi seluruh kepala desa. Apresiasi itu terkait laporan keuangan pemerintah desa, dimana LKPD kabupaten Banggai terbaik di Sulawesi Tengah. Dengan prestasi tersebut, kembali bupati mengingatkan agar kepala desa dan ketua LPMD lebih fokus bekerja dalam membangun desa yang lebih baik, demi kesejahteraan masyarakat di desa masing-masing.

“Masing masing desa berkreasi. Ini yang kami harapkan. Peranan dan fungsi kepala desa jangan cuma urus administrasi, tapi lebih dari itu memainkan perannya yang strategis sebagai pengerak masyarakat dalam pembangunan di desa. Kepala desa harus mampu berkreasi dan ide ide baru demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap berpedoman pada aturan berlaku,” pesannya.

Demikian pula LPMD lanjut bupati Banggai, sebagai wadah partisipasi masyarkat, harus bisa meningkatkan prakarsa, inisiatif dan keswadayaan masyarakat dalam menjalankan program pembangunan desa secara parsipatif.

“Tugas dan tanggung jawab pembangunan desa tidak hanya dibebankan kepada aparatur desa, tapi menjadi tanggungjawab bersama seluruh masyarakat,” kunci Bupati Banggai, Ir. H. Herwin Yatim, MM. (***)

 

Liputan : Diskominfo