BanggaiKab.go.id – Bupati Banggai, Ir. H. Herwin Yatim, MM resmikan menara gereja Eben Haezer Molino, Klasis Mantoh-Lamala di Desa Nipa, Kecamatan Lamala, Rabu (25/10/2017).

Selain menara gereja, bupati juga berkesempatan meletakan batu pertama dimulainya pembangunan gereja tersebut.

Sekira pukul 15.00 Wita, bupati Banggai bersama tiba dan disambut hangat oleh warga setempat. Penggalungan bunga teruntuk bupati Banggai, Ir. H. Herwin Yatim, MM dijadikan sebagai simbol ucapan selamat datang bagi panitia dan seluruh umat gereja Eben Haezer Molino, Klasis Mantoh-Lamala di Desa Nipa dibawa pimpinan Pdt. Natanael Sanganda.

Usai bunga dikalungkan, bupati Banggai langsung meletakan batu pertama pembangunan gereja tersebut yang disusul dengan penguntingan pita yang menandakan pekerjaan pembangunan dimulakan serta menara gereja bisa digunakan.

Di hadapan unsur forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua Sinode GKLB Luwuk, Pdt. Uni Laahen, ketua Jemaat Pdt. Natanael Sanganda dan seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat serta seluruh jemaat memadati halaman gereja, bupati Banggai mengucapkan terima kasih dan menyatakan rasa senang serta bangga karena bisa bersama-sama warga jemaat pada acara peresmian gereja kali ini.

Diakui bebarapa hari lalu melakukan perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan. Namun demi mempromosikan kabupaten Banggai ke kancah internasional, melalui program pemerintah daerah kabupaten Banggai yakni 1000 hari pertama kehidupan dan obyek wisata serta hasil karya anak daerah yakni tenun dan batik Nambo dan lagu daerah di negara Argentina, dengan membutuhkan waktu perjalanan kurang lebih 23 jam, maka hal itu harus dilakukannya.

“Demi memperkenalkan daerah kabupaten Banggai ke kancah internasional, maka perjalanan jauh menuju dan dari Argentina, tidak terasa. Semuanya demi kabupaten Banggai yang kita cintai ini,” ucapnya.

Lebih jauh dia mengatakan, selama berada di sana, banyak pengalaman yang didapatkan, termasuk bertemu dengan Kedutaan Besar Indonesia untuk Argentina, Jonny Sinaga.

“Negara termakmur di bagian Amerika Selatan yakni Argentina hampir 95 persen penduduknya adalah Kristen yang taat dan hampir banyak sekolah penginjilan didirikan di sana hampir di 23 provinsi, banyak orang Indonesia juga dikirim ke sana untuk belajar penginjilan dan kembali ke Indonesia untuk mengabdi,” ujar Bupati Banggai.

Ditambahkannya, negara berpenduduk yang hampir  43,85 juta itu, memiliki toleransi yang cukup baik. Hubungan antar kerukunan beragama sangat dijunjung tinggi, bukan hanya gereja-gereja yang indah dan megah, namun bangunan masjid juga berdiri di sana. Sehingga dalam kesempatan itu, bupati Banggai menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah masjid yang dibangun oleh seorang raja arab Saudi. Bangunan masjid itu diberi nama King Fahd.

Sementara Ketua Sinode GKLB Luwuk, Pdt. Uni Laahen, mengimbau dan mengajak untuk selalu menjaga toleransi antar umat beragama agar tidak terjadi perpecahan dan konflik serta selalu menjaga kebersihan lingkungan gereja setempat.

“Setelah peresmian gereja ini, marilah kita jaga toleransi antar umat beragama dan selalu menerapkan PINASA ( pia nasampah ala), sebagai wujud kepedulian kita cinta akan kebersihan dan lingkungan,’’ ungkap Uni. (***)

 

Liputan : Diskominfo