BanggaiKab.go.id- Sebanyak enam pegiat seni di Kota Luwuk dilibatkan dalam program nasional yang digalakkan oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, Tasrik Djibran, secara simbolis melepas para pegiat seni dalam kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), di ruang kerjanya, Rabu (6/9). GSMS adalah program seniman mengajar kesenian pada kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Dalam petunjuk teknis pelaksanaan GSMS, kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu dan memfasilitasi keterbatasan sekolah dalam menghadirkan guru seni budaya yang selama ini menjadi kendala di satuan pendidikan: SD, SMP, SMA/SMK.

Tiga sekolah percontohan di Kabupaten Banggai yang dilibatkan yakni, SDN Pembina Luwuk, SMPN 2 Luwuk, dan SMAN 1 Luwuk. Selama tiga bulan, siswa-siswi akan mendapatkan materi seputar seni pertunjukan seperti seni tari, musik dan teater.

Tasrik Djibran mengatakan bahwa program nasional ini sejalan dengan visi misi Pemkab Banggai dalam mewujudkan pengembangan nilai-nilai budaya, kearifan lokal dan agama. Olehnya itu, Pemkab Banggai sangat merespons dan mendukung terlaksananya program ini.

Dia juga berharap agar GSMS dapat diaplikasikan ke seluruh sekolah di Kabupaten Banggai dari jenjang sekolah dasar sampai tingkat atas. “Tentu saja kegiatan ini bisa menjadi referensi bagi para pelaku seni, khususnya di Kabupaten Banggai, agar kedepannya dapat melakukan terobosan di bidang seni,” ujarnya.

Saat mendampingi keenam pegiat seni di ruang kerjanya, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, Yusriani Jangoh berharap agar peserta didik bisa lebih mengenal dan mendalami seni yang nanti akan diajarkan, serta dapat membentuk karakter peserta didik itu sendiri.

Melalui pendampingan para pegiat sekaligus pengajar seni, siswa-siswi akan menunjukan kemampuan mereka, sebagai hasil dari materi yang didapatkan dalam bentuk pertunjukan seni. Hal ini disampaikan Azhardiyanto Labelo, salah satu pegiat seni teater.

Liputan: diskominfo