Luwuk, Banggai.Kab.go.id – Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Drs. Budi Setiyadi, SH.,M.Si, membuka Rapat Koordinasi Bidang Perhubungan Darat Se-Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua Tahun 2018 yang dipusatkan pada salah satu hotel di Luwuk, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (05/12/2018).

Rakornis Perhubungan Darat yang diprakasai oleh Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XX Sulteng, Hasan Bisri ini, mendapat apresiasi dari dirjen perhubungan darat karena bisa menyatukan seluruh general manager PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ferry Indonesia, general menager PT. Damri dan kepala dinas perhubungan provinsi, kabupaten/kota Se-Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua di Luwuk.

“Keinginan untuk datang ke Luwuk sangat saya harapkan, pasca pertemuan dengan Bupati Banggai, H. Herwin Yatim, di Jakarta, beberapa waktu lalu,” kata Budi Setiyadi.

“Makanya ketika mendengar informasi pelaksanaan rakornis dilaksanakan di Luwuk, saya langsung menyatakan siap datang,” tambah sang dirjen.

Pada malam pembukaan rakornis tersebut, banyak hal yang disampaikan dirjen perhubungan darat. Diantaranya, terkaitkan usulan Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai yang dinahkodai Bupati, H. Herwin Yatim dan Wakil Bupati, Mustar Labolo tentang rencana pembangunan pelabuhan penyeberagan ASDP di wilayah kepala burung, tepatnya di Desa Pangkalasean, Kecamatan Balantak Utara. Selain itu ada juga permohonan pengadaan bus sekolah, kelengkapan marka jalan hingga persoalan keselamatan penumpang yang menjadi hal utama pembicaraan malam itu.

Dimana menurut sang dirjen, kecelakaan penyeberangan ASDP yang terjadi di Danau Toba, beberapa waktu lalu, menjadi hal utama yang ditekankan oleh menteri perhubungan republik Indonesia.

“Pak menteri minta betul kepada kita bahwa kecelakaan di Danau Toba menjadi momentum berharga bagi kita semua. Untuk apa kita ada disini, kita disini ada karena aspek keselamatan. Apapun yang kita kerjakan, keselamatan diutamakan,” tegas Budi.

Untuk itu, Budi meminta kepada seluruh general manager ASDP dan Damri Se-Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua agar bisa mengecek kembali seluruh armadanya sebelum dioperasikan. Apakah masih layak untuk jalan atau tidak. Sebab lagi-lagi, Budi sampaikan pesan menteri perhubungan bahwa keselamatan adalah hal yang utama, sesuai dengan tema rakornis yakni sinergitas dalam mewujudkan pelayanan transportasi darat.

Sebelum Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Drs. Budi Setiyadi, SH.,M.Si membuka kegiatan tersebut, sebelumnya Wakil Bupati Banggai, H. Mustar Labolo mengucapkan selamat datang kepada dirjen perhungan darat dan seluruh peserta rakornis di Luwuk.

“Kami ucapkan selamat datang dan terima kasih atas kepercayaan Kementerian Perhubungan RI untuk menjadikan Luwuk sebagai tempat pelaksanaan kegiatan rapat koordinasi teknis perhubungan darat,” ucap Mustar Labolo.

Dalam kesempatan itu juga Wakil Bupati, Mustar Labolo, mempromosikan hasil karya anak bangsa Banggai, Balantak Saluan (Babasal) diantaranya, tenun batik Nambo, penangkaran burung Maleo serta kuliner makanan tradisional masyarakat Babasal yang disingkat Blok-CS.

“Kami juga memiliki beberapa destinasi yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk bersantai seusai kegiatan ini. Pokoknya tidak salah kementerian perhubungan republik Indonesia memilih Luwuk sebagai tempat kegiatan,” kata wakil bupati.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XX Sulteng, Hasan Bisri sendiri dalam laporan panitia mengatakan, tujuan dilakukannya rakornis perhubungan darat di Luwuk tidak lain untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman sumber daya manusia perhubungan, khususnya dalam hal mewujudkan keselamatan dan pelayanan transportasi.

“Bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang terjadi di Kota Palu, Sigi dan Donggala beberapa waktu lalu, telah menelan korban meninggal dunia kurang lebih 2.113 jiwa dan luka 4.612 jiwa serta lebih dari 5.000 bangunan mengalami rusak. Melihat kondisi tersebut, maka rakornis yang biasanya dilaksanakan di Palu, maka dialihkan ke Luwuk,” katanya.

Hasan bisri berharap, kegiatan yang diikuti oleh seluruh general manager PT. ASDP Ferry Indonesia, general manager PT. Damri dan kepala dinas perhubungan provinsi dan kabupaten/kota se wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua ini bisa meningkatkan pengetahuan serta pemahaman sumber daya manusia perhubungan, khususnya dalam hal mewujudkan keselamatan dan pelayanan transportasi.

Dalam kesempatan itu juga, acara ini dimeriahkan dengan tarian penjemputan tamu dengan nama Melabot. (***)

 

Tim Liputan Dinas Kominfo Banggai