Luwuk, BanggaiKab.go.id, Desa adalah pemukiman populasi manusia yang secara administratif berada dalam pembagian wilayah yang dibawahi oleh Kecamatan dan di pimpin oleh Kepala desa. Melalui tahap perkembangannya, Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa Kabupaten Banggai merencanakan suatu kegiatan yang bisa membawa pemanfaatan untuk warga desa.

Sekretaris DPMD Hasan Baswan mengatakan, “sudah saatnya Desa harus menampilkan gagasan serta inovasinya, “ ujarnya, saat ditemui oleh tim media BanggaiKab.go.id di ruanganya, Selasa (30/10/2018) kemarin.

“bukan hanya OPD yang bisa berinovasi, Desa juga bisa, tegasnya, One Village, One Innovation!

Menurut Sekdis DPMD, ini merupakan tahun ke-2 dari tahapan persiapan identifikasi Bursa Inovasi Desa (BID), dan memasuki tahapan berikutnya, Desa sudah harus menampilkan ide, serta inovasinya yang sudah dibuat, terutama terkait dengan inovasi-inovasi yang ada di tingkat Desa. Dan rencana kami akan mengadakan suatu kegiatan Bursa Inovasi Desa dalam program pengelolaan pengetahuan dan inovasi Desa di Estrela Hotel pada bulan depan (06/11).

Berdasarkan laporannya, dari sejumlah desa yang bermukim di Kabupaten Banggai, ada 140 Desa yang akan mencoba menampilkan langkah inovatifnya yang muaranya itu, diharapkan bisa di adopsi oleh Desa yang lain dan mendorong pendapatan asli desa.

Selain itu, capaian Aparatur Desa dalam hal ini Kepala desa diharapkan dalam massa periodiknya sudah harus melakukan lompatan inovasi dan jangan sampai tertinggal jauh. Dan dikhususkan buat para pelaku inovasi yang ada didesa, ada penghargaan yang akan diberikan agar bisa mengembangkan lagi potensi yang ada di desa.

Konsep inovasi desa menurut Retno Ridawati, inovasi tidak hanya terfokus pada produk yang akan mengembangkan sektor ekonomi di Desa, akan tetapi harus terfokus juga kepada pelayanan untuk masyarakat Desa, contohnya, tentang Posyandu atau layanan kesehatan, pendidikan dalam hal minat dan baca juga partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, ungkap Kepala Bidang Pemberdayaan Lembaga Permasyarakatan Desa Kabupaten Banggai.

Retno menambahkan, perkembangan Desa tidak di lepas begitu saja, kami ada pengawasan khusus untuk desa sebagaimana yang di atur dalam Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Mengatur bahwa pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa ditempuh melaui upaya pendampingan. Pendampingan merupakan salah satu langkah penting yang perlu dilakukan untuk percepatan pencapaian kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dapat dicapai diantaranya melalui peningkatan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran serta memanfaatkan sumber daya sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat desa.

“tak hanya itu, kami mempunyai Tim inovasi tingkat kecamatan atau TPID untuk melakukan pendampingan dan pendataan di 23 Kecamatan nanti,” tuturnya.

 

 

 

 

Liputan: Diskominfo