Palu,BanggaiKab.go.id – Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Longki Djanggola mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat kabupaten Banggai, lebih khusus kepada pemerintah daerah kabupaten Banggai yang sudah berkenan memberikan perhatiannya kepada korban bencana alam yang terjadi di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong.

“Atas nama pemerintah provinsi dan rakyat Sulawesi Tengah, khususnya masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong dan Kota Palu, mengucapkan terima kasih kepada pak bupati Banggai atas empatinya, perhatiannya, dukungannya dan suportnya terhadap kami. Tentu atas bantuan ini semua, saya kembalikan kepada Allah SWT, Tuhan YME, untuk bisa membalas semua budi baik, kebaikan saudara-saudara sekalian, khususnya masyarakat dan pemerintah daerah kabupaten Banggai,” ucap Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, saat menerima kunjungan Bupati Banggai, Herwin Yatim, Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo, Kapolres Banggai, AKBP Moch Sholeh dan Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, Abdullah Ali serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang kerjanya, Selasa (23/10/2018).

Menurut Gubernur, tidak ada seorang pun di dunia ini yang menginginkan terjadi bencana alam pada kehidupan mereka. Dan tak ada seorangpun yang bisa memperkirakan atau memprediksi kapan akan terjadi bencana alam tersebut, seperti yang dialami masyarakat Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong. Tapi sebagai manusia biasa, lanjut mantan bupati Parigi Moutong dua periode itu, sudah barang tentu ini merupakan kehendak Allah SWT, Tuhan YME.

“Kita percaya bahwa bencana ini adalah musibah. Sebagaimana pendapat para ahli atau pakar-pakar bahwa tidak ada seorang pun yang bisa memperkirakan atau memprediksi  terjadi bencana alam. Semua karena kehendak-Nya,” terang Longki.

Dia juga menyayangkan, ada beberapa oknum yang sengaja memplesetkan. Semestinya kata gubernur, dalam keadaan duka seperti ini, kita sama-sama membangun kembali negeri ini. Bukan sebaliknya saling menghujat, menuduh dan menyalahkan orang lain hingga menyakitkan, yang seolah-olah musibah ini adalah azab buat warga Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong. Sedangkan mereka yang menghujat tersebut adalah yang paling benar dan suci.

“Kita percaya sama Allah dan Tuhan bahwa ini adalah kehendak-Nya. Jadi tolong tidak usah dikait-kaitkan bencana ini dengan yang lain. Tolong bantu sosialiasasikan kepada masyarakat bahwa kejadian di Palu menjadi perhatian kita semua dan dijadikan sebagai bahan intropeksi diri agar kita lebih dekat kepada Allah SWT dan Tuhan YME,” ajak Gubernur Longki Djanggola seraya kembali mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan pemkab Banggai atas bantuannya.

 

TURUT BERDUKA CITA

“Kami bagian masyarakat Sulteng yang merasa sangat sedih dengan kejadian gempa yang tidak kita harapan,” kata Bupati Banggai, Herwin Yatim. (STEVEN LAGUNI)

 

Sementara Bupati Banggai, Herwin Yatim mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalammnya atas bencana alam yang terjadi di empat daerah tersebut. Sebagai bagian dari masyarakat Sulawesi Tengah sudah barang tentu duka yang dialami warga Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong sudah barang tentu menjadi duka seluruh warga masyarakat Kabupaten Banggai.

“Kami bagian masyarakat Sulteng merasa sangat sedih dengan kejadian gempa yang tidak kita harapan,” kata Bupati Banggai, Herwin Yatim.

Bupati menjelaskan, sejak H plus dua, pemkab Banggai sudah mengirimkan tim medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk bersama tim relawan dibawah koordinasi dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Banggai dan badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai.

Kepedulian masyarakat kabupaten Banggai bersama pemerintah daerah kabupaten terhadap korban bencana alam tersebut, cukup besar. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya bantuan yang disalurkan ke Palu. Dimana ada kurang lebih 100 unit mobil truk roda enam dan lebih yang diberangkatkan ke sana hanya untuk mengantar bantuan makanan dan pakaian layak pakai.

“Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh relawan kami ke posko-posko hingga ke tangan korban di daerah terpencil,” jelasnya.

Dan sebagai rasa empati, pemerintah daerah kabupaten Banggai mengalokasikan anggaran tanggap darurat tahun 2018 ke pemprov Sulteng sebesar Rp750 juta. Dan empat daerah lain yang terkena dampak yakni Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi.

“Saya mengharapkan agar bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk meringankan beban dan derita rakyat provinsi Sulawesi Tengah, khusus yang korban bencana alam di kota Palu, Donggala dan Sigi,” harapnya.

Hal senada dikatakan Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo, Menurut orang nomor dua di kabupaten Banggai, selain uang tunai untuk pemprov Sulteng, pemkab Banggai juga mengalokasikan anggaran melalui dana APBD Kabupaten Banggai untuk pemkot Palu, pemkab Donggala dan pemkab Sigi, yang masing-masing berjumlah Rp210 juta.

“Selain uang tunai, tiga daerah tersebut juga menerima bantuan barang berupa ikan garam tanpa formalin. Ikan garam tersebut per kabupaten bernilai Rp40 juta,” tutup wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo. (***)

 

Tim Liputan Diskominfo Banggai