BanggaiKab.go.id, Luwuk-  Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Banggai mengunjungi sekaligus melepas perdana ekspor tepung kelapa banggai ke jerman. Tepung kelapa atau Descoated Coconut adalah produk asal tumbuhan kelapa kini mulai menjadi target pengembangan pemerintah Sulawesi Tengah, khususnya di wilayah Kabupaten Banggai. Bahkan bisa di ekspor langsung dari Luwuk ke Jerman, Jumat (23/8/2019)

Kepada pelaku usaha, Ali Jamil Kepala Badan  Karantina Pertanian (Barantan) berpesan agar dapat memahami aturan kepabeanan dan karantina sebagai trade tools di perdagangan global.

Peninjauan yang dilakukan guna memastikan 50 ton tepung kelapa dengan nilai ekonomi sebesar Rp 810 juta telah memenuhi persyaratan ekspor ke Jerman.

Menurut Jamil, sebelum diekspor pihaknya melakukan serangkaian tindakan pemeriksaan karantina yang sesuai dengan persyaratan teknis negara tujuan.

Layanan karantina dimulai dari pengajuan Permohonan Pemeriksaan Karantina (PPK) yang  dilakukan secara online oleh eksportir. “Tidak perlu antri, dapat dilakukan dimana dan kapan saja,” terang Jamil.

Kualitas, kuantitas dan kontinuitas produk unggulan perlu ini  dijaga. Budidaya berkelanjutan yang dimulai dari pemilihan benih unggul, pertanaman yang baik dan pengendalian hama yang tepat menjadi penting untuk menjaga K3 komoditas ekspor.

Selanjutnya produk yang berlimpah, berkualitas dan bebas hama penyakit miliki peluang di pasar ekspor.

Sebagai otoritas karantina, Barantan menjadi penjamin kesehatan dan keamanan sesuai dengan standar perdagangan internasional.

Dalam persaingan pasar global yang tidak lagi menjadikan tarif sebagai hambatan, Non-Tariff Barriers maka persyaratan teknis, menjadi hal penting.

Harmonisasi aturan SPS dengan negara mitra dagang menjadi kunci invansi produk pertanian kita di pasar global.

Penguatan sistem perkarantinaan untuk melindungi kelestarian SDA hayati sekaligus memainkan peran dalam mendorong kinerja ekspor pertanian, menjadi amanah Barantan sebagai bagian dari unit kerja di Kementan.

“Ini sejalan dengan instruksi Mentan dan juga cita-cita kita semua untuk mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” jelas Jamil. (EM)