BanggaiKab.go.id– Diselenggerakan oleh JOB Pertamina E&P Tomori Sulawesi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gabungan Aktivis Mantailobo (GAM) Kabupaten Banggai melaksanakan penanaman 50 ribu pohon Mangrove di DesaTou Kecamatan Moilong, Sabtu (9/9) kemarin.

Acara penanaman pohon Mangrove dibuka langsung Bupati Banggai Herwin Yatim didampingi Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo. Dalamsambutannya, Bupati mengatakan, sehubungan dengan pelaksanaan penanaman pohon mangrove merupakan salah satu visi misi pemerintah daerah Kabupaten Banggai, dimana peran masyarakat dalam menjaga kelestarian tanaman mangrove ini sangat penting.Dalam acara penanaman juga hadir Kapolres Banggai AKBP HeruPramukarno, Dandim 1308/LB Letkol Inf SaptoIrianto, Kepala Kejaksaan Banggai Ramdhan u Dwiyantoro, Ketua Pengadilan Negeri Luwuk, Camat Moilong, Camat Toili, Camat Toili Barat, Camat Batui Selatan, Ketua PMI Banggai, KetuaKNPI Banggai dan para undangan.

“Semoga tanaman mangrove yang disentuh oleh tangan masyarakat Desa Tou, menjadi tanaman kebanggaan Desa Tou sendiri. Pemerintah Daerah juga akan terus mendorong sektor pariwisata khususnya di DesaTou,” ujarBupati.

Pohon Mangrove atau yang dikenal dengan sebutan pohon Bakau, adalah tanaman yang banyak terdapat diperairan disekitar garis pantai. Untuk melakukan pembudidayaan tumbuhan ini, yang tepat perlu diperhatikan supaya dapat menciptakan hasil yang maksimal, dengan memastikan bibit mangrove yang berasal dari lokasi setempat atau terdekat serta kondisi tanah yang sesuai.

Ditambahkan Manager JOB Pertamina E&P Tomori Sulawesi, Susanto, mengatakan, keberhasilan bagian dari pelaksanaan operasi migas berkat dukungan masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Banggai serta jajarannya. Wilayah operasi migas yang berada di daerah Kecamatan Batui Selatan, direncanakanakan dilakukan sehubungan pengembangan di wilayah Kecamatan Moilong.

Sekretaris GAM Banggai Mohamad Akli Suong mengatakan, tiga komponen yang perlu diperhatikan dalam upaya pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem mangrove khususnya dan sumber daya alam pesisir laut umumnya yakni, ekonomi, sosial dan sumber daya alam itu sendiri. Ketiga komponen tersebut saling mempengaruhi satu sama lain.

Manfaat dari penanaman mangrove dalam kehidupan masyarakat khususnya di DesaTou, dapat dirasakan langsung oleh penduduk sekitar maupun tidak langsung dari hutan mangrove itu sendiri. Dimana DesaTou yang berada disekitar wilayah operas imigas, dapat memberikan dampak penting bagi masyarakat dengan upaya operasi migas dan bersinergi dengan pemerintah daerah setempat. Jika ditahun 2017 ini luas lahan penanaman mangrove berkisar 90 hektar area, inisiatif penanaman mangrove ditahun 2018 akan berkisar 100 hektar area.

“Upaya penghijauan akan terus dilakukan disekitar wilayah produksi migas. Manajemen ini memiliki upaya melibatkan masyarakat disekitar wilayah operasi migas kurang lebih 70% dari masyarakat lokal. Maksimal pemberdayaan dalam kontrak memiliki tujuan bersama,” papar Susanto.Penanaman diawali dengan penyerahan secara simbolis pohon mangrove, oleh Ketua GAM BanggaiIdhin Massa kepada Bupati Banggai Herwin Yatim. 

Liputan :diskominfo