BanggaiKab.go.id- Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banggai bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Sekolah Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), Sabtu (23/9), di Hotel Permai, Kecamatan Luwuk.

Peserta yang terdiri dari para pelaku usaha tv kabel dan radio, hadir dalam kegiatan yang dibuka oleh Asisten 1 Setda Banggai Ramlin Hanis, mewakili Bupati Banggai yang berhalangan hadir. Dari KPID yang bertindak sebagai pemateri: Ketua KPID Sulteng Hary Azis didampingi oleh Komisioner KPID Sulteng yang terdiri dari Koordinator Bidang Perizinan Masbaid Lesnusa, Koordinator Bidang Kelembagaan Hj. Nurdiana Lembah, Koordinator Bidang Pengawasan isi siaran Abdullah.

Saat membacakan sambutan Bupati Banggai, Ramlin Hanis mengingatkan kepada pengelola tv kabel maupun radio yang ada di Kabupaten Banggai agar memperhatikan isi siaran yang akan ditayangkan, serta membuat program sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Tentunya kita berharap kegiatan pelatihan P3SPS ini berjalan dengan sukses, serta dapat bermanfaat bagi para pelaku penyiaran agar senantiasa menyajikan siaran bermanfaat dan positif, khususnya bagi masyarakat,” ujar Ramlin.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Banggai, Natalia Patolemba mengajak para pelaku usaha tv kabel dan radio agar membentuk satu asosiasi yang akan menaungi dan memfasilitasi terutama hal-hal yang berkaitan dengan perizinan.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Banggai juga mengapresiasi dan mendukung terlaksananya kegiatan Sekolah P3SPS oleh KPID Sulteng yang dinilai dapat membantu pengetahuan masyarakat dalam sistem pengawasan siaran.

Mengenai konten siaran, menurut Ketua KPID Sulteng Hary Azis, saat ini banyak konten yang kurang mendidik sehingga mempengaruhi dan merusak tumbuh kembang otak manusia pada hal-hal yang negatif khususnya pada anak usia dini dan kalangan remaja.

P3SPS berlandas pada Undang-Undang nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, dimana penyiaran telah menjadi salah satu sarana berkomunikasi bagi masyarakat, lembaga penyiaran, dunia bisnis dan pemerintah. Pasalnya, perkembangan tersebut telah menyebabkan landasan hukum pengaturan penyiaran yang ada selama ini harus diperhatikan terutama pada kelayakan penyiaran.

Beberapa wacana fungsi pengawasan siaran yang disajikan melalui logo siaran seperti Dewasa (D), Bimbingan Orangtua (BO) dan Anak (A).
“Melalui kegiatan ini, kedepan KPID memprioritaskan penyiaran sekolah P3SPS tertuju pada TV dan Radio,” pungkas Hary.

 

Liputan: diskominfo