BanggaiKab.go.id, Surabaya– Komunitas Seni Rompong (KSR) yang dinahkodai Subrata Kalape merupakan komunitas seni yang patut diacungkan jempol. Selain giat untuk mengeksplor kesenian dan banyak menorehkan prestasi, kini KSR sukses membawa dan mengaharumkan nama Kabupaten Banggai di Ajang bergengsi Surabaya Cross Culture Internasional Folk Art Festival 2019 (SSCIFAF). Tujuan terselanggara kegiatan Festival tersebut untuk mempererat hubungan peradaban antara Indonesia dengan negara lain.

Ajang SSCIFAF yang digelar mulai tanggal 21 Juli (Pembukaan Kegiatan Parade Peserta, lokasi di Jalan Tunjungan – Balai Kota ) sampai dengan 25 Juli 2019 tersebut, ternyata diikuti oleh perwakilan masing-masing Negara antara lain; Jepang, India, Bulgaria, Uzbeskistan, Polandia, Rusia, Timor Leste, Thailand, Meksiko, Republik Ceko, Italia dan dua kota sister City Busan dan Guangzhou.

Rombongan KSR Yang diberikan kesempatan untuk mengikuti ajang SSCIFAF berjumlah 25 orang dan 3 Official, KSR diketahui akan menampilkan 5 materi tarian yakni, tari gepe-gepe, tari kirang, tari mombau hude, tari mongonyop dan tari kayang-kayang. Kelima tari tersebut akan ditampilkan secara bersamaan dengan 18 negara lainnya ditempat yang berbedayang telah ditetapkan oleh panitia SSIFAF 2019 selama lima hari berturut-turut dan akan dilanjutkan dengan kegiatan city tour, kunjungan di tempat destinasi wisataandalan Surabaya dan akan diselingi kegiatan menanam pohon dan workshop seni untuk peserta dari berabagai Negara.

Subrata Kalape selaku ketua KSR mengatakan, Kami sangat bangga bisa mengikuti ajang Surabaya Cross Culture Internasional Folk Art Festival 2019 (SSCIFAF).

“ Pelaksanaan SCCIFAF 2019 merupakan event yang ke-15 kalinya digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Kabupaten Banggai untuk tahun ini ikut berpartisipasi sebagai salah satu Kabupaten yang mewakili Indonesia di dalam Perhelatan Cross Culture atau silang budaya ini,” Ucap Bang Atta (panggilan akrabnya) kepada tim media BanggaiKab.go.id melalui via Whatsapp (WA), Selasa (23/07/2019) Siang.

Menurut atta, apa yang kami sudah ikuti dan pelajari terhadap pelaksaan event ini, banyak hal yang positif yang bisa kami peroleh, di samping sebagai penggiat seni maupun sebagai perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai.

         Persembahan kreasi kesenian khas Kabupaten Banggai di ajang SCCIFAF 2019,[FOTO,IG)

“Event ini sangat memberikan masukan buat kami, agar kedepan Kabupaten Banggai dapat memperkenalkan seni dan budaya Babasal tidak hanya scope lokal ataupun nasional tetapi sampai ke tingkat internasional, ungkapnya, kami juga mendapat dorongan dari berbagai pihak termasuk teman-teman peserta baik itu dari Negara Polandia, Cekoslavia.

Setelah melihat penampilan kami, mereka senang dan terpukau dengan kreatifitas seni yang kami tampilkan dan berharap Kabupaten Banggai kapan bisa menggelar Event yang bertaraf internasional dan mereka juga dipastikan akan berpartisipasi untuk menjadi tamu peserta jika penyelenggaraan itu dibuat. Tutupnya.

 

Adapun waktu pelaksaan kegiatan:

Dari delapan rangkaian di antaranya festival, parade, welcome dinner, art performance, workshop, city tour, visit culture, dan farewell party. Jadwal kegiatan acaranya sebagai berikut:

  1. Minggu, 21 Juli 2019

Pembukaan dan Parade Peserta, lokasinya di Jalan Tunjungan – Balai Kota,

pukul 06.00 – 10.00 WIB

Tampilan Seni, lokasinya di Taman Bungkul, pukul 18.30 – 22.00 WIB

2.Senin, 22 Juli 2019

Visit Culture, lokasinya di Objek Wisata, pukul 08.00 – 12.30 WIB

Welcome Dinner, lokasinya di Balai Kota, pukul 18.00 – 22.00 WIB

  1. Selasa, 23 Juli 2019

Workshop, lokasinya di Balai Pemuda, pukul 09.00 – 14.00 WIB

Tampilan Seni, lokasinya di G-Walk Citaraya, pukul 18.30 – 22.00 WIB

  1. Rabu, 24 Juli 2019

City Tour/Penanaman Pohon, lokasinya di THP Kenjeran, pukul 08.00 – 12.00 WIB

Tampilan Seni, lokasinya di Ciputra World dan Royal Plaza, pukul 18.30 – 21.00WIB

  1. Kamis, 25 Juli 2019

Farewell Party, lokasinya di Balai Kota, pukul 19.00 – 22.00 WIB

 

 

(Diskominfo Banggai)