Nuhon,— Evaluasi kinerja pemerintahan di tiga kecamatan: Bunta, Nuhon dan Simpang Raya yang dibahas dalam rapat kerja Bupati Banggai digelar di halaman Kantor Camat Nuhon, Rabu (24/1/2018).

Evaluasi yang berkaitan dengan kinerja pemerintahan dan layanan kemasyarakatan ini penting sebagai bahan perbaikan untuk program pemerintah yang berkelanjutan. Untuk mewujudkan itu, Bupati Banggai H Herwin Yatim, dalam sambutannya, mengingatkan semua perangkat kerja pemerintahan memiliki kesatuan sikap dalam komando: instruksi presiden. “Kita boleh berbeda ‘warna’, tapi ketika berbicara tentang kerja-kerja dalam rangka mewujudkan visi misi daerah, semua wajib untuk bersatu,” tegas bupati yang dalam kesempatan itu juga melantik Rahmawati sebagai Kepala Desa Balanga, Kecamatan Bunta.

Di hadapan Bupati, Wakil Bupati, kepala-kepala OPD, dan masyarakat dari tiga kecamatan yang hadir, ketiga camat memaparkan hasil kerjanya sepanjang 2017. Camat Bunta, Ismet Wardana memaparkan kondisi yang berkaitan dengan pelayanan di bidang kesehatan, kependudukan dan pertanian. Dalam menerapkan pola pemerintahan terintegrasi, Kecamatan Bunta melakukan penjaringan dan penyaringan perangkat desa dengan proses pengawasan melekat dan berjenjang dari camat sampai pejabat terendah.

Di bidang kependudukan, sampai dengan Desember 2017, persentase pelayanan KTP elektronik mencapai 70%. Dari total 5.187 kepala keluarga (kk) di Kecamatan Bunta, hanya 384 kk yang belum memiliki kartu keluarga. Dalam layanan kesehatan, Bunta telah menerapkan Public Service Center 119, yakni layanan kesehatan 24 jam yang siap mendatangi langsung masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan segera (emergency) melalui panggilan telepon 119.

Dalam mendukung program Pemkab Banggai di bidang pertanian, sebanyak 54 kelompok tani di Kecamatan Bunta telah terdaftar namun masih menunggu proses pencetakan Kartu Petani Sejahtera. Setelah itu, diharapkan KPS bisa segera dirilis.

Sementara itu, Camat Simpang Raya Jasmin Mangantjo melaporkan realisasi APBDes 2017 dengan pagu indikatif Rp 14.162.781.200 mencapai 100%. Kegiatan pembangunan, menurutnya hampir merata di 12 desa yang ada di Kecamatan Simpang Raya. Sejumlah inovasi desa seperti biogas dari limbah tahu dan kotoran sapi yang telah diimplementasikan oleh sejumlah kepala keluarga menjadi inovasi andalan di Kecamatan Simpang Raya. Dari 177 kelompok tani, 82 kelompok tani sedang menunggu pencetakan KPS.

Camat Nuhon, Hidayat Dulu melaporkan rilis Kartu Nelayan di Kecamatan Simpang Raya sebagai program pemerintah di bidang maritim sudah dilakukan. Namun, Hidayat mengeluhkan belum adanya tempat penampungan ikan sebagai kendala yang saat ini dihadapi nelayan. Dalam layanan kesehatan, Puskesmas Nuhon dilaporkan telah beroperasi selama 24 jam.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menekankan kepada para camat dan kades bahwa apa yang menjadi laporan dan keluhan masyarakat, segera dicek dan dievaluasi kebenarannya, kemudian dilakukan perbaikan. “Tidak tenang kita sebagai bupati atau wakil bupati jika camat atau kades tidak mengevaluasi dan memperbaiki apa yang menjadi laporan masyarakat,” ujar bupati. Camat dan kades diimbau agar merangkul semua perangkat di desa dan kecamatan dalam satu kesatuan kerja dan mengesampingkan ego personal.

Kunjungan kerja kali ini sekaligus me-review kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melayani masyarakat, mengingat pada 2018 tunjangan kinerja (tukin) bagi ASN akan direalisasikan. Demi mempercepat realisasi, Bupati dan Wakil Bupati mengaku merelakan honor mereka tahun ini dialihkan ke pos anggaran tukin. Di sela acara, Bupati dan wakil bupati menyerahkan sejumlah bantuan yang merupakan program dari  beberapa dinas, diantaranya Dinas Sosial melalui Program Keluarga Harapan, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Dinas Perikanan: penyerahan asuransi nelayan dan kartu nelayan.

Sebelum menutup rapat kerja, bupati melakukan tanya jawab demi mendengar langsung keluhan-keluhan yang ingin disampaikan oleh masyarakat.