Luwuk— Sabtu (20/10/2018), Wakil Bupati Banggai H. Mustar Labolo membuka kegiatan Musyawarah Daerah Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Banggai yang diselenggarakan di Aula Kantor Camat Luwuk. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mustar Labolo menyampaikan bahwa sinergitas antara ulama dan umara (pemimpin) terbangun dengan baik dalam model pembangunan di Kabupaten Banggai.

Bahwa nilai-nilai kearifan lokal, sebagaimana tertuang dalam misi ke-5 Pemkab Banggai, semestinya tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama. “Agama lah yang menjadi patron terhadap semua perilaku kita dalam berbudaya dan berkearifan lokal,” tegas Wakil Bupati Mustar Labolo.

Hal ini diamini oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Banggai. Selain mengapresiasi kinerja MUI Banggai dalam mengayomi dan memimpin umat Islam di Kabupaten Banggai, Kemenag berharap hubungan ulama dan umara tidak renggang karena memiliki keterkaitan. “Ulama adalah penerang, dan penguasa adalah pengabdi,” ujarnya, mengibaratkan hubungan keduanya.

Sesuai tema musda yang dipilih, Meneguhkan Peran MUI Dalam Merajut Ukhuwah dan Memperkuat Islam Wasathiyyah di Kabupaten Banggai, Ketua Dewan Pimpinan Harian MUI Sulawesi Tengah Habib Ali bin Muhammad Aljufri berpesan agar dalam bedakwah, ulama menyampaikan nilai-nilai Islam dengan cara yang baik. “Apabila kita bertindak, tidak bertindak dengan amarah. Ada yang salah kita betulkan tapi dengan cara-cara yang baik,” pesan Habib Ali.

Musda MUI kali ini dihadiri oleh perwakilan ormas Islam, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Khairaat, DDI, DPC Syarikat Islam, BKPRMI; pengurus MUI Kabupaten Banggai, para ulama, dan kepala-kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Banggai.

   

Liputan: Diskominfo Kab Banggai