BanggaiKab.go.id, Luwuk- Pemerintah Banggai bersama Komando Distrik Militer (Kodim 1308 L/B) gelar peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas). Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 digelar di lapangan Kodim 1308 /Luwuk Banggai, Senin (29/6/2020) kegiatan berfungsi untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.

Dalam peringatan Harganas ke-27 yang bertepatan dengan 50 tahun kiprah BKKBN, Bupati Banggai Herwin Yatim melalui Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo mengingatkan kembali akan pentingnya arti keluarga sebagai pondasi dasar membangun bangsa dan negara, juga menjadi momentum mendorong setiap keluarga agar tetap memelihara nilai-nilai kebersamaan dengan jalan menerapkan 8 fungsi keluarga secara komprehensif. Fungsi yang dimaksud yakni: fungsi reproduksi, agama, ekonomi, cinta kasih, sosialisasi dan pendidikan, sosial budaya, perlindungan, dan pembinaan lingkungan.

Kabupaten Banggai menargetkan dapat melayani sebanyak 3.427 akseptor dalam gerakan Pelayanan KB Sejuta Akseptor secara serentak se-Indonesia di hari peringatan Harganas yang nantinya akan dicatat dalam Rekor MURI. Akseptor KB adalah anggota masyarakat yang mengikuti gerakaan KB dengan menggunakan alat kontrasepsi.

Wakil Bupati Banggai juga memberi apresiasi kepada Kodim 1308/LB yang aktif berpartisipasi mendukung program-program pemerintah baik pusat maupun daerah. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Banggai Suprapto, Dandim 1308/LB Letkol Inf. Fanny Pantouw, serta masyarakat

Dalam tenda-tenda yang telah dipersiapkan, sejumlah petugas melayani warga lakukan pemasangan alat kontrasepsi IUD, implat, serta pembagian kondom gratis bagi pasutri.

Kadis P2KB-P3A Banggai, I Wayan Suartika mengatakan, ribuan lebih akseptor berasal dari 23 kecamatan.  Peringatan Harganas ke- XXVII, di Kabupaten Banggai, Dinas P2KB – P3A bekerjasama dengan Kodim 1308 Luwuk Banggai dan serta badan RSUD Luwuk.

“Program KB, upaya membantu pembangunan di bidang kependudukan dan kesehatan serta bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat” ungkapnya

Pelayanan KB gratis mengunakan dua metode. Yakni, metode jangka panjang dan jangka pendek. Untuk Kontra Sepsi Jangka Panjang (MKJP), berupa alat kontrasepsi KB Spiral atau IUD (Intra-Uterine Device) Spiral dan KB implant (susuk). IUD dan Implant merupakan alat kontrasepsi yang digunakan mencegah kehamilan dalam jangka panjang.  Sedangkan non MKJP atau KB jangka pendek, seperti KB jenis PiL, Suntik dan Kondom.

“Yang tidak diberikan pelayanan seperti pasangan pasek tomi dan interpal” kata Siliman, Kepala Seksi Jaminan Pelayan KB.Komadan Kodim 1308/LB, Letkol Inf Fanny Pantouw,  mengatakan, Harganas kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pemerintah pusat melalui gerakan sejuta akseptor yang dilakukan secara serentak diseluruh Indonesia pada 29 juni 2020. Kodim 1308/LB, selaku mitra dari Dinas P2KB – P3A, memberi kontribusi ke masyarakat Banggai melalui program ‘Bangga Kencana’.

“Kegiatan  ini dilakukan dalam bentuk menggerakan Pasangan Usia Subur (PUS) untuk mendapatkan fasilitas pelayanan KB. Sebagai mitra kerja, kami akan berupaya agar Pelayanan KB dilakukan sebagai upaya menekan angka kehamilan, juga dapat menjadi contoh untuk mengatasi kesulitan rakyat” tutup Dandim Letkol Inf Fanny Pantouw.