Luwuk, BanggaiKab.go.id, Pemerintah Kabupaten Banggai dalam agendanya, menggelar rapat pertemuan gugus tugas HPK (Hari Pertama Kehidupan), pertemuan tersebut membahas dan mensosialisasikan persoalan gizi anak dalam periodesisasi seribu hari kehidupan pertama  dan juga aksi dalam pencegahan, penanggulangan stunting yang terintegrasi di Kabupaten Banggai. Bertempat gedung di Graha Pemda, Kecamatan Luwuk, Rabu (21/11/2018) kemarin.

Sejumlah Pejabat Pusat dan Pejabat Lingkup Pemkab Banggai yang ikut bersama antara lain; Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KemPMK), Perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Perwakilan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Unsur Forkopimda, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Sekda Banggai, Staff Ahli Beserta Assisten Bupati Banggai, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banggai, Petugas Kesehatan, TP-PKK Kabupaten Banggai dan peserta rapat lainnya.

Dalam kesempatannya Bupati Banggai Ir. H. Herwin Yatim.,MM mengemukakan, saat ini prioritas pembangunan nasioanal yakni pada pembangunan sumber daya manusia dengan tantangan terbesar yang masih dihadapi, masih tingginya kekurangan gizi pada anak-anak yang berakibat tingginya angka stunting di indonesia, ucapnya

“Pemerintah indonesia telah memprogramkan dan telah meluncurkan strategi percepatan penurunan stunting,” tutur Bupati Banggai, ini merupakan investasi bersama untuk masa depan anak dan bangsa kita.

Selain itu, Bupati Banggai menambahkan, salah satu pilar strategi percepatan penurunan stunting, menekankan pentingnnya confergency, intervensi gizi secara spesifik dan gizi sensitif baik di tingkat Pusat sampai ke tingkat Kabupaten hingga ke Desa. Anak yang harus menjadi sasaran untuk pencegahannya yakni anak yang sejak dikandungan dalam melewati seribu pertama kehidupan dan anak berusia 23 bulan.

Ramli tongko di saat pertemuan yang sama juga mengatakan, “yang perlu kita ketahui bersama, stunting adalah kondisi gagal tumbuh, pada anak dibawah usia 5 tahun akibat kekurangan gizi kronis yang menyebabkan si anak pendek (kerdil),”ungkapnya, stunting juga 30% disebabkan oleh faktor kesehatan yang biasa disebuyt dengan indikator spesifik.

Sementara itu, dalam kegiatan tersebut dilangsungkan dengan penandatangan nota kesepakatan pencegahan stunting bersama dengan Dinas Kesehatan dan Kementerian lainnya, yang saat itu diikuti oleh Bupati Banggai. Dilanjutkan dengan penandatangan dukungan untuk program stunting diatas baliho sepanjang 5 meter.

Diakhir acara, seluruh tamu undangan dan pesertta lainnya secara serentak melakukan pembacaan komitmen bersama untuk pertemuan gugus tugas HPK yakni, Komitmen bersama, kami segenap Organisasi Perangkat Daerah, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Dunia Usaha dan Stake Holder lainnya, menyatakan dengan ini;
1. Siap mendukung gerakan pencegahan dan penanggulangan stunting, demi kemajuan Kabupaten Banggai.
2. Siap melaksanakan rencana aksi pencegahan dan penanggulangan stunting diKabupaten Banggai 2018 s/d 2023.
3. Siap menjadi agen perubahan gerakan pencegahan dan penanggulangan stunting diKabupaten Banggai.

 

 

Liputan: Diskominfo