BanggaiKab.go.id, Luwuk– Upaya Pemerintah Kabupaten Banggai dalam program penurunan angka Stunting menjadi tantangan terbesar, kerja keras serta keseriusan Pemda dalam hal sosialiasi itu telah dibangun sejak Bupati Banggai Ir. H. Herwin Yatim menjabat sebagai Kepala Daerah.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan janin hingga anak usia 2 tahun. Dalam jangka pendek, kekurangan gizi akan menyebabkan gangguan kecerdasan, tidak optimalnya ukuran fisik tubuh, serta gangguan metabolisme.

Saya (Bupati Banggai) sangat bangga kepada seluruh masyarakat yang hadir dalam pertemuan ini, karena berkat kerja keras dan kepedulian kita bersama, Stunting di Kabupaten Banggai khususnya Kota Luwuk dan sekitarnya dapat terlaksana dengan baik.

“Kita harus optimis. Pencapaian program stunting harus terus diupayakan agar kedepan sampai tahun 2023 Daerah kita Kabupaten Banggai dinyatakan bebas stunting,” ucap Herwin Yatim dalam sambutannya pada kegiatan Musrembang RKPD Kabupaten Banggai Tahap II dan Rembuk Stunting wilayah Kecamatan Luwuk, Luwuk Selatan, Luwuk Utara tahun 2019 yang digelar di Gedung Graha Pemda Luwuk, (25/02/2019) kemarin.

Bupati Banggai menambahkan, Kita juga bukan hanya melihat masalah pada anak yang mengalami gizi buruk akan tetapi masalah untuk penekanan Angka kematian ibu (AKI). 23 kecamatan dan ratusan desa dalam wilayah Kabupaten Banggai yang wajib kita perhatikan.

Dalam kegiatan tersebut mengusung tema “Pembangunan Manusia Berkualitas Dan Daya Saing Daerah”

Hadir Bersama dalam kegiatan tersebut Unsur Forkopimda, Assisten/ Staff Ahli Bupati Banggai, Forkopimcam, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Tokoh Masyarakat, Pemerintah Desa,Tokoh Agama dan undangan sekalian.

Diakhir kegiatan Bupati Banggai mengukuhkan  Tim pelaksana Inovasi Luwuk Banggai dalam perangi Stunting 2019.**