BanggaiKab.go.id- Pesan kerukunan dan persatuan antarumat beragama mengemuka pada acara pentahbisan gedung Gereja Jemaat Tongkonan Madatu Luwuk yang diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola M.Si, Sabtu (8/7).

Acara yang dirangkai dengan peletakan batu pertama pastori atau rumah pendeta yang berada tepat di samping gereja itu dihadiri pula oleh Bupati Banggai Ir. H. Herwin Yatim MM, Wakil Bupati H. Mustar Labolo, Ketua DPRD Banggai H. Samsul Bahri Mang beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Banggai, Ketua-ketua Jemaat Gereja se-Kota Luwuk, Kementerian Agama Kabupaten Banggai, serta tokoh masyarakat lintas agama.

Ajakan mempertahankan kerukunan umat beragama di tengah kemajemukan disampaikan oleh Ketua Badan Pekerja Sinode Wilayah V Pdt. Arsiaty Kabangnga’ M.Th. “Kita menjunjung tinggi prinsip saya Indonesia saya Pancasila, saya mendukung bhineka tunggal ika“, tegas Pdt. Arsiaty  yang disambut aplaus jemaat yang hadir. Dia juga meyakinkan bahwa masyarakat Toraja memegang kuat prinsip dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung, sebagaimana yang sudah ditunjukan oleh kerukunan masyarakat Toraja yang secara turun-temurun telah lama menetap di Kabupaten Banggai.

Secara khusus Bupati Banggai sampaikan kepada Gubernur Longki Djanggola bahwa kerukunan hidup beragama di Kabupaten Banggai sangat harmonis. Penerapannya ditunjukkan dalam kegiatan saling mengunjungi saat perayaan hari-hari besar keagamaan. “Saling hormat-menghormati sudah sangat tertanam di hati sanubari para pemeluk agama termasuk juga Jemaat Tongkonan Madatu Luwuk”, ungkap Bupati Herwin saat memberi sambutan.

Faktanya, kehidupan beragama tentu saja berjalan bukan tanpa ancaman. Olehnya pada kesempatan itu Gubernur Longki Djanggola berharap bantuan semua umat beragama khususnya pemuka agama kristen dan Jemaat Tongkonan Madatu agar proaktif dalam membangun daerahnya. Partisipasi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan dinilai sangat penting agar umat tidak mudah terpancing atas isu provokatif yang bertujuan menghasut, mengoyak persaudaraan dan mempertentangkan umat beragama.

“Saya mengimbau kepada pemuka agama Kristen kiranya dapat  memperkuat kelembagaan Gereja Jemaat Tongkonan Madatu secara fokus dan holistik dengan memberdayakan jemaatnya agar masalah-masalah nyata yang sudah saya ungkapkan (pertentangan antarumat beragama) dapat dihindari dan diselesaikan secara komprehensif,” ujar Gubernur Longki Djanggola.

Setelah meresmikan gedung gereja secara simbolis dengan meyibak tirai pada papan nama gereja dan  pelepasan merpati, Gubernur bersama Bupati menandatangani prasasti serta mengecek langsung kondisi Gereja Tongkonan Madatu Luwuk yang berlokasi di Jalan Tanjung Branjangan, Kelurahan Simpong.

Liputan: diskominfo