BanggaiKab.go.id_  Dikawal ketat oleh 1000 aparat keamanan gabungan TNI dan POLRI, eksekusi lahan Tanjung jilid 2 kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai akhirnya dilakukan oleh Pengadilan Negeri Luwuk, senin (19/3/2018),Kemarin.

Sebelum eksekusi lahan tanjung dilakukan, Bupati Banggai H.Herwin Yatim menghimbau Kepada aparat keamanan agar lebih mengutamakan upaya persuasif untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan. Sehari sebelum eksekusi, telah dilakukan mediasi yang mempertemukan perwakilan warga Tanjung dengan  Bupati dan ketua DPRD Banggai.

(FOTO: Media BanggaiKab.go.id) Kapolres Banggai, Dandim 1308 L/B bersama unsur Forkopimda lainya, saat melakukan upaya persuasif dengan perwakilan warga tanjungsari.

 

“Sebagai Pimpinan Daerah, saya turut merasa Iba terhadap musibah yang menimpa masyarakat saya. Namun sekali lagi saya tidak bisa mengintervensi kewenangan hukum,” ujar Bupati Banggai.

Seperti yang umum diketahui bahwa putusan Mahkamah Agung terkait sengketa lahan tanjung bersifat Incraht atau berkekuatan hukum tetap, Pemerintah daerah dan DPRD kabupaten Banggai telah berupaya secara maksimal dalam pendampingan hukum masyarakat tanjung akan tetapi terus menemui jalan buntu.

Sebagai upaya akhir Pemerintah Daerah telah menyediakan lahan relokasi bagi sedikitnya 1.400 Jiwa untuk warga yang terkena dampak eksekusi di tanjung, lokasi relokasi tersebut berada di desa bunga kecamatan Luwuk Utara Kabupaten Banggai.

Jalanya eksekusi tahap dua yang berlangsung kemarin diwarnai aksi protes warga tanjung mengakibatkan sekitar 6 orang korban luka-luka. Aksi yang berlangsung panas antara aparat penegak hukum yang mencoba merangsek masuk kedalam lokasi, di halangi oleh barisan ibu-ibu yang menggelar zikir dan doa serta memblokade akses masuk ke lokasi eksekusi. Setelah beberapa kali berdialog dengan Pihak Kuasa Hukum dan perwakilan warga tanjung yang menolak eksekusi.

Untuk korban dalam aksi kemarin Bupati Banggai telah mengintruksikan Kepada Kepala Badan Rumah Sakit Umum Daerah agar membawa di unit pelayanan Kesehatan BRSUD dan berikan makanan secara gratis selama di rawat di BRSUD Luwuk.

Pemda melalui Kepala Dinas Kominfo Drs. Djayadin MM menghimbau kepada masyarakat Kota Luwuk agar tetap tenang, tidak terpancing dengan isu-isu yang berkembang di media sosial mengenai eksekusi lahan Tanjung, terutama yang berbau Hoaks, sengaja memprovokasi, atau mempolitisir masalah ini untuk kepentingan pihak-pihak tertentu saja.

“Mari doakan Saudara/i kita, warga Tanjung yang terkena dampak eksekusi agar diberi ketabahan, dapat menahan diri, dan tetap jernih memandang persoalan hukum ini,” tutupnya.

 

Liputan: Diskominfo