Luwuk— Program-program pemerintah yang berkaitan dengan pengendalian penduduk, seperti keluarga berencana dan pembangunan keluarga tak lepas dari sejumlah hambatan dan tantangan yang melingkupinya. Selain minimnya dukungan dari berbagai pihak, sebagian masyarakat belum memahami model pembangunan berwawasan kependudukan.

Atas dasar itu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Banggai, mengadakan advokasi guna menggerakkan dan meningkatkan peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga, Jumat (20/7/2018), di Hotel Santika, Kota Luwuk.

Saat ini, rerata jumlah anak dalam satu keluarga untuk wilayah Provinsi Sulawesi Tengah masih berkisar pada angka 3-4 anak. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Advokasi dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi Disdalduk Provinsi Sulteng, Nursia, saat membuka materinya. Nursia menargetkan angka tersebut turun hingga 2-3 anak saja.

“Kami berusaha menggali informasi dan permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Apa sebenarnya alasan mereka, misalnya,tidak mau ber-KB. Kalau kita tahu akar permasalahannya kita bisa mencari solusi bersama, sehingga kita punya pemikiran yang sama untuk menyukseskan program KB ini,” ungkap Nursia. Dia juga berharap agar perwakilan organisasi masyarakat yang hadir bisa menyosialisasikan program-program pemerintah kepada anggotanya dan masyarakat secara luas.

Dalam kesempatan itu, melalui sambutan yang dibacakan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Ramlin Hanis, Bupati Banggai H Herwin Yatim menekankan agar program pengendalian penduduk harus menyentuh langsung masyarakat di wilayah berkategori: padat penduduk, kelompok nelayan, daerah kumuh dan daerah tertinggal.

Advokasi ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Banggai I Wayan Suartika, pemerhati kesehatan, Aisyiah Luwuk Banggai, sejumlah camat dan lurah, serta masyarakat umum.

Sebelumnya, pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 yang diselenggarakan di Manado (6-7 Juli 2018), Bupati Banggai H Herwin Yatim menerima penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. MKK adalah penghargaan tertinggi yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada sosok yang dianggap berdedikasi terhadap program pengendalian penduduk.

Liputan: Diskominfo Kab Banggai